Senin, 29 April 2013

JARING BEKAS


HASIL PANEN MENINGKAT BERKAT JARING BEKAS NELAYAN

Oleh : I Putu Eka Budi Antara, S.P
 Sumber gambar : dokumentasi pribadi
Salah satu kendala yang dihadapi petani dalam usaha tani padi adalah serangan hama burung. Hama burung merupakan masalah penting yang sering kali mengganggu petani dan membuat petani merugi. Serangan hama burung terjadi ketika padi sudah masak dan siap panen.
Jenis burung yang dikenal sebagai hama padi umumnya adalah burung pipit dan bondol. Burung pipit dan bondol merupakan jenis burung pemakan biji yang dapat menyebabkan kehilangan hasil produksi padi dan terkadang menyebabkan kerusakan tanaman padi yang parah.
Berbagai cara telah dilakukan untuk mengatasi hama burung, petani biasanya menjaga sawah untuk mengusir burung yang datang. Akan tetapi cara ini menyita banyak waktu, petani harus menjaga sawah mereka dari pagi hingga sore selama 30 hari. Hasilnyapun kurang bagus, burung akan pergi sesaat setelah diusir, namun datang lagi selang beberapa waktu. Saat petani lengah burung akan leluasa memakan padi.
 Ada cara lain yang lebih efektif untuk mengatasi hama burung pada padi, yaitu dengan memakai jaring bekas nelayan. Petani dapat membeli jaring bekas pada nelayan terdekat. Jaring bekas biasanya dijual per kilo atau per gulung. Harga satu gulung jaring bekas kurang lebih Rp 100.000 dan cukup untuk menutupi 10 are sawah.
Cara penggunaan jaring bekas cukup sederhana, yaitu dengan menancapkan beberapa bambu sebagai tiang di pematang sawah,  kemudian mengikat jaring di bambu tersebut dan membetangkan jaring di atas tanaman padi yang mulai masak atau mulai diserang hama burung. Jaring bekas dapat dipakai beberapa kali, tergantung dari kondisinya.
Pemakaian jaring bekas nelayan untuk mengatasi hama burung pada padi sudah diterapkan beberapa petani di subak Saren desa Budakeling. Mereka mengaku dengan menggunakan jaring, hasil panen padi meningkat dibandingkan hasil panen sebelumnya yang tidak menggunakan jaring.
penulis, PPL Pertanian WKPP Budakeling, Kecamatan Bebandem

Tidak ada komentar:

Posting Komentar